Translate

Kamis, 20 Desember 2012

SD NEGERI TERSANA II BERPRESTASI DALAM BIDANG OLAH RAGA


SD NEGERI TERSANA II MERAIH JUARA 3 PADA KEJUARAAN TERBUKA FUTSAL
YANG DISELENGGARAKAN OLEH SMPN 1 SUKAGUMIWANG

Sebagai wujud kepedulian pada dunia olahraga, SMPN 1 Sukagumiwang pada Tahun Pelajaran 2012-2013 ini  menyelenggarakan Turnamen Futsal yang diikuti oleh siswa sekolah dasar se Kecamatan Sukagumiwang yang diselenggarakan dari tanggal 18 sampai dengan 19 Desember 2012.
Kegiatan tersebut sekagus mengisi waktu jeda setelah siwa-siswi baik SD maupun SMP usai mengikuti Ulangan Akhir Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012-2013. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah sebagai ajang silaturahmi antar sekolah, adapun hasil dari kejuaraan tersebut yaitu peraih Juara Pertama SDN Gunungsari VI, Juara Kedua MI, dan Juara Ketiga SDN Tersana II, masing-masing juara mendapat tropi dan piagam, serta dana pembinaan lanjut.
Oficial Team SDN Tersana II, bapak Musthapa dan Ropidi mengaku merasa puas dengan hasil yang diraihnya, hail itu telah melampaui target yaitu masuk babak semi final saja sudah cukup bangga, dibawah ini fhasil liputannya :









 Ditulis oleh : Krisna Mahendra (Sang Dalang)

Rabu, 19 Desember 2012

Seni Tradisi Akrobat Genjring Bernafaskan Islam - Tribun Jabar :: Spirit Generasi Baru


Seni Tradisi Akrobat Genjring Bernafaskan Islam
Selasa, 18 Desember 2012 23:31 WIB
                              
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
                           
Seni Tradisi Akrobat Genjring Bernafaskan Islam - Tribun Jabar :: Spirit Generasi Baru
CIREBON, TRIBUN - Seni tradisi yang bernama Akrobat Genjring atau Genjring Akrobat ini ternyata sudah ada sejak masa penyebaran agama Islam di Cirebon dan Jawa Barat pada umumnya. Karena semua nyanyiannya pun bernafaskan islam.

"Kata orang tua dulu sudah ada sejak lama, saat Islam masuk Cirebon. Tapi yang saya tahu, maraknya kesenian ini pada tahun 1940-an. Saat itu di Cirebon ada ratusan grup. Tapi sekarang tinggal grup saya ini," kata Karyadi (60) suami dari Lilis Kasiri saat ditemui wartawan di Lapangan Ki Buyut Trusmi, Jalan Ki Buyut Trusmi, Desa Trusmi Wetan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Selasa (18/12) sore.

Dulu, kata Karyadi seni ini dilakukan hanya kaum pria yang menjadi permainan para santri dengan iringan musik dua genjring besar. Namun dalam perkembanganya, sekitar tahun 1960 menjadi 4 genjring kecil dan satu dogdog, dan saat itu ada dua aliran besar yakni kuda dan bintang. Bahkan terus berkembang sampai ada ratusan grup, dan sekarang tinggal satu grup yang didirikan H Kasbula almarhum tahun 1964. Grup ini diteruskan oleh anaknya, Lilis Kasiri yang sekarang menjalani program pewarisan. (ddh) 

Penulis : ddh
Editor : dia
Sumber : Tribun Jabar