Translate

Minggu, 23 Juni 2013

BERFIKIR CERDIK

"Meskipun anda bukanlah seorang jenius, anda dapat mengunakan strategi yang sama seperti yang digunakan Aristotle dan Einstein untuk memanfaatkan kreatifitas berpikir anda dan mengatur masa depan anda lebih baik."
Kedelapan statregi berikut ini dapat mendorong cara berpikir anda lebih produktif daripada reproduktif untuk memecahkan masalah-masalah. "Strategi-strategi ini pada umumnya ditemui pada gaya berpikir bagi orang-orang yang jenius dan kreatif di ilmu pengetahuan, kesenian, dan industri-industri sepajang sejarah."

1. Lihatlah persoalan anda dengan berbagai cara yang berbeda dan cari perspektif baru yang belum pernah dipakai oleh orang lain (atau belum diterbitkan!)
Leonardo da Vinci percaya bahwa untuk menambah pengetahuan tentang suatu masalah dimulai dengan mempelajari cara menyusun ulang masalah tersebut dengan berbagai cara yang berbeda. Ia merasa bahwa pertama kali melihat masalah itu terlalu prubasangka. Seringkali, masalah itu dapat disusun ulang dan menjadi suatu masalah yang baru.

2. Bayangkan!
Ketika Einstein memikirkan suatu masalah, ia selalu menemukan bahwa perlu untuk merumuskan persoalannya dalam berbagai cara yang berbeda-beda yang masuk akal, termasuk menggunakan diagram-diagram. Ia membayangkan solusi-solusinya dan yakin bahwa kata-kata dan angka-angka tidak memegang peran penting dalam proses berpikirnya.

3. Hasilkan! Karakteristik anak jenius yang membedakan adalah produktivitas.
Thomas Edison memegang 1.093 paten. Dia memberikan jaminan produktivitas dengan memberikan ide-ide pada diri sendiri dan asistennya. Dalam studi dari 2.036 ilmuwan sepanjang sejarah, Dekan Keith Simonton, dari University of California di Davis, menemukan bahwa ilmuwan-ilmuwan yang dihormati tidak hanya menciptakan banyak karya-karya terkenal, tapi banyak yang buruk. Mereka tidak takut gagal, atau membuat kesalahan besar untuk meraih hasil yang hebat.

4. Buat kombinasi-kombinasi baru. Kombinasikan, and kombinasikan ulang, ide-ide, bayangan-bayangan, and pikiran-pikiran ke dalam kombinasi yang berbeda, tidak peduli akan keanehan atau ketidakwajaran.
Keturunan hukum-hukum yang menjadi dasar ilmu genetika modern berasal dari pendeta Austria, Grego Mendel, yang mengkombinasikan matematika dan biologi untuk menciptakan ilmu pengetahuan baru.

5. Bentuklah hubungan-hubungan; buatlah hubungan antara peroalan-persoalan yang berbeda
Da Vinci menemukan hubungan antara suara bel dan sebuah batu yang jatuh ke dalam air. Hal ini memungkinkan Da Vinci untuk membuat hubungan bahwa suara mengalir melalui gelombang-gelombang. Samuel Morse menciptakan stasiun-stasiun penghubung untuk tanda-tanda telegraf ketika memperhatikan stasiun-stasiun penghubung untuk kuda-kuda.

6. Berpikir secara berlawanan.
Ahli ilmu fisika Niels Bohr percaya bahwa jika andamemegang pertentangan secara bersamaan, kemudian anda menyingkirkan pikiran anda dan akal anda bergerak menuju tingkatan yang baru. Kemampuannya untuk membayangkan secara bersamaan mengenai suatu partikel dan suatu gelombang mengarah pada konsepsinya tentang prinsip saling melengkapi. Dengan menyingkirkan pikiran (logis) dapat memungkinkan akal anda untuk menciptakan sesuatu yang baru.

7. Berpikir secara metafor.
Aristotle menganggap metafora sebagai tanda yang jenius, dan percaya bahwa individual yang memiliki kapasitas untuk menerima persamaan antara dua keberadaan yang berbeda dan menghubungkannya adalah individual yang punya bakat kusus.

8. Persiapkan diri anda untuk menghadapi kesempatan.
Bilamana kita mencoba sesuatu dan gagal, kita akhirnya mengerjakan sesuatu yang lain. Hal ini adalah prinsip pertama dari kekreatifan. Kegagalan dapat menjadi produktif hanya jika kita tidak terfokus pada satu hal sebagai suatu hasil yang tidak produktif. Sebaliknya, menganalisa proses, komponen-kompnen dan bagaimana anda dapat mengubahnya untuk memperoleh hasil yang lain. Jangan bertanya, ?Mengapa saya gagal?? melainkan ?Apa yang telah saya lakukan ?

Diadaptasi dengan seijin: Michalko, Michael, Thinking Like a Genius: Eight strategies used by the super creative, from Aristotle and Leonardo to Einstein and Edison (New Horizons for Learning seperti yang dilihat dari http://www.newhorizons.org/wwart_michalko1.html, (June 15, 1999) Artikel ini pertama kali diterbitkan di THE FUTURIST, May 1998Michael Michalko adalah pengarang buku Thinkertoys (A Handbook of Business Creativity), ThinkPak (A Brainstorming Card Set), dan Cracking Creativity: The Secrets of Creative Geniuses (Ten Speed Press, 1998).
sumber : Pedoman Strategi Belajar


PROGRAM PEMBINAAN SOPAN-SANTUN ATAU TATA KRAMA DI SESKOLAH

LATAR BELAKANG MASALAH

Melihat fenomena yang ada di masyarakat khususnya pelajar yang berperilaku kurang sopan, semau gue dan bahkan brutal/anarkis, sungguh memprihatinkan, dan hal ini mengindikasikan bahwa nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, yakni ramah-tamah, sopan santun/tata karma mulai terkikis oleh perubahan peradaban. Hal itu tentu tidak dapat di biarkan begitu saja. Perlu ada upaya nyata, yang dilaksanakan secara terstruktur dan terus menerus untuk menanamkan nilai-nilai sopan santun/tata kramam sejak dini, baik di rumah atau di sekolah. Program pembinaan sopan santun di sekolah akan disampaikan di setiap awal proses belajar mengajar selama kurang lebih 5-7 menit. Adapun materi dapat dikembangkan sendiri oleh guru dengan menyampaikan, member contoh perilaku sopan santun yang berlaku di masyarakat.

TUJUAN

 Menanamkan sopan santun atau tatakrama secara terstruktur dan terus menerus di sekolah sehingga generasi penerus yang baik, sopan dan berbudi luhur.

PELAKSANAAN

Program pembinaan sopan santun di sekolah akan disampaikan di setiap awal proses belajar mengajar selama kurang lebih 5-7 menit. Adapun materi dapat dikembangkan sendiri oleh guru dengan menyampaikan perilaku sopan santun yang berlaku di masyarakat. Sebagai, petunjuk awal, di bawah ini kami memberikan beberapa standar sopan santun yang telah tim gali, berdasarkan pengalaman dan masukan dari berbagai pihak.

SOPAN SANTUN DI SEKOLAH
1. Sopan santun di kelas
- Sopan santun memasuki kelas
- Sopan santun ketika berbicara dengan Bapak/Ibu guru
- Sopan santun dalam mendengarkan penjelasan Bapak/Ibu guru
- Sopan santun meninggalkan kelas
- Sopan santun dengan teman sebangku
- Sopan santun dengan sesama teman kelas
2. Sopan santun di lapangan olah raga
3. Sopan santun di ruangan perpustakaan
4. Sopan santun di laboratorium IPA
5. Sopan santun di toilet
6. Sopan santun ketika mengikuti ektra kurikuler

SOPAN SANTUN DI JALAN
1. Sopan santun ketika berkendara
2. Sopan santun ketika berjalan di pinggir jalanan
3. Sopan santun ketika menyeberang jalan
4. Sopan santun ketika di taman kota

SOPAN SANTUN DI RUMAH DAN LINGKUNGANNYA
1. Sopan santun kepada orang tua
2. Sopan santun kepada keluarga
3. Sopan santun kepada tetangga
4. Sopan santun terhadap lingkungan

SOPAN SANTUN DI TEMPAT KERAMAIAN/UMUM
1. Sopan santun di pasar tradisional
2. Sopan santun di supermarket/mal
3. Sopan santun di gedung film
4. Sopan santun di kantor-kantor pemerintahan
5. Sopan dantun di tempat rekreasi
6. Sopan santun di terminal
7. Sopan santun di stasiun kereta api
8. Sopan santun di bandara
9. Sopan santun di pelabuhan/dermaga
10. Sopan santun ketika berada di dalam kendaraan umum
11. Sopan santun ketika menyampaikan aspirasi/demo

PENJELASAN :
1. Sopan santun memasuki kelas :
  1. Tidak terlambat, 
  2. ketuk pintu tiga kali dengan sopan, 
  3. menyampaikan salam, 
  4. tidak mengenakan topi, 
  5. tidak gaduh, 
  6. tidak meludah di lantai, 
  7. tidak mencorat-coret meja, tembok, 
  8. membongkokkan badan sedikit ketika lewat di depan guru.

2. Sopan santun ketika berbicara dengan Bapak/Ibu guru :
Tidak terlalu keras, atau pelan, menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, bila menggunakan bahasa jawa harus krama, baik itu krama biasa, madya taupun inggil, tidak menggunakan bahasa ngoko, tidak memotong perkataan guru, kalualah mau memotong, memohon maaf terlebih dahulu.

3. Sopan santun dalam mendengarkan penjelasan Bapak/Ibu guru :
Tidak berbicara dengan teman sebelah, tidak tidur, mendengarkan dengan khidmad, bila bertanya mengacungkan tangan terlebih dahulu.

4. Sopan santun meninggalkan kelas :
Benar-benar bila ada keperluan (buang air kecil/besar), meminta ijin kepada Bapak/Ibu guru, waktu secukupnya/tidak terlalu lama.

5. Sopan santun dengan teman sebangku :
Tidak saling usil/mengganggu, bila meminjam sesuatu meminta ijin terlebih dahulu, tidak mengajak bicara ketika Bapak/Ibu guru menjelaskan, bila kepunyaan teman ketinggalan (buku, pensil, bulpoint dll) tidak dimiliki namun dikembalikan, tidak mecontek ketika ulangan.

6. Sopan santun dengan sesama teman sekelas :
Tidak berguarau yang berlebihan, tidak saling mengejek saling menghormati.

7. Sopan santun di lapangan olah raga :
Mengenakan seragam olah raga dan bersepatu olah raga, tidak celometan, tidak menjegal teman meskipun bergurau, mematuhi perintah Bapak/Ibu guru.

8. Sopan santun di ruangan perpustakaan :
Melepas sepatu, mengisi daftar hadir, tidak berisik, tidak bergurau, mengambil buku dan mengembalikan ketempatnya semula, tidak mencorat-coret buku.

9. Sopan santun di laboratorium IPA :
Tidak bergurau, mematuhi tata tertib, bekerja hati-hati/tidak merusakkan alat.

10. Sopan santun di toilet
Menyiram kotoran dengan bersih, mematikan kran air, tidak bermain air.

11. Sopan santun ketika mengikuti ekstra kurikuler
Datang tepat waktu, bila tidak hadir ijin terlebih dahulu, tidak malas/asal-asalan.